Awal tahun 2026 bapak
mentri Pendidikan dasar dan menengah bapak Abdul Mu’ti mengeluarkan kebijakan
yang kemudian di sebut PERMENDIKDASMEN NO 1 TAHUUN 2026 Standar Proses pada
Pendidikan usia dini, Jenjang Pendidikan dasar, dan jenjang Pendidikan menengah
yang merupakan arahan mendasar pada praktik pembelajarann di ruang ruang kelas.
Melalui Permendikdasmen ini, pemerintah memberikan arah yang lebih tegas bahwa
proses pembelajaran harus dirancang untuk menghasilkan pengalaman belajar yang
bermakna, reflektif, dan berdampak jangka panjang. Standar Proses tidak lagi
dipahami sebagai aturan teknis semata, tetapi sebagai kerangka penguat
pembelajaran mendalam di satuan pendidikan.
Bertahun tahun
pembelajaran di kelas- kelas sering terjebak pada rutinitas penyampaian materi
dan penuntasan kurikulum, penilain hanya dilakuakn pada seberapa banyak murid hafal
materi Pelajaran bukan pada seberapa dalam mereka memahami, menghayati dan
mampu menerapkannya. Urgensi Pembelajarn mendalam tampil menjadi Solusi pada konteks
peningkatan mutu Pendidikan. Perencanaan pembelajaran berbasis pada kebutuhan,
karsakteristik, dan tahap perkembanagan murid, pada konteks pembelajaran
mendalam maka perencanaan tidak cukup memuat tujuan dan Langkah Langkah pembelajaran
saja tetapi harus mampu merancang pengalaman belajar yang menantang nalar, rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis
murid. Gur di dorng untuk mampu membuat perencanaan yang memberi ttaung
ekporasi, pemecahan masalah, dan keterkaitan dengan konteks kehidupan nyata,
sehingga murid tidak hanya tahu melainkan memahami dan mengalaminya.
Standar Proses
menempatkan pelaksanaan pembelajaran sebagai sarana terjadinya proses pembelajaran
mendalam. Pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid sebagai syarat utama. Guru berperan sebagai
fasilitator yang membimbing proses berpikir, bukan sekadar penyampai informasi.
Dalam praktiknya, pembelajaran mendalam akan terwujud ketika murid dilibatkan dalam diskusi, proyek, investigasi,
dan refleksi. Yang memungkinnkan murid membangun makna, mengaitkan konsep antar bidang,
serta mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Dalam permendikdasmen ini
penguatan penting dlam satandar proses Adalah penempatan assessmen sebagai
bagian integral dari proses pembelajaran, Asesmen formatif digunakan untuk
memantau proses belajar, memberi umpan balik, dan memperbaiki strategi
pembelajaran. Dalam pembelajaran mendalam, asesmen berfungsi untuk melihat proses
berpikir peserta didik, bukan hanya hasil akhir. Dengan pendekatan mendalam ini,
guru dapat membantu murid memahami kekuatan dan area pengembangannya, sekaligus
mendorong mereka menjadi pembelajar reflektif. Asesmen tidak lagi menjadi
sumber kecemasan, tetapi menjadi sarana pertumbuhan.
Dalam standar proses ini
pula ditegaskan pentingnya refleksi
dalam proses pembelajaran. Refleksi memungkinkan guru dan murid untuk melihat
kembali pengalaman belajar, menarik makna, dan merencanakan perbaikan. Tanpa
refleksi, pembelajaran mudah terjebak pada rutinitas tanpa pembaruan.Dal am
pembelajaran mendalam, refleksi menjadi jantung proses belajar. Peserta didik
diajak untuk menyadari bagaimana mereka belajar, apa yang mereka pahami, dan
bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan. Inilah pembelajaran yang
membentuk kesadaran, bukan sekadar kompetensi akademik.
Lalu tugas pengawas
sekolah itu apa?, SPermendikdasmen Nomor 1 memperkuat peran pengawas sebagai penjaga
mutu proses pembelajaran. Pengawas tidak lagi berfokus pada kelengkapan
administrasi, tetapi pada kualitas pengalaman belajar yang terjadi di kelas.
Melalui supervisi akademik yang reflektif dan dialogis, pengawas mendorong guru
untuk terus memperdalam praktik pembelajaran. Pengawas juga berperan membantu
kepala sekolah membangun budaya sekolah yang mendukung pembelajaran mendalam,
melalui kepemimpinan pembelajaran, pengembangan profesional guru, dan penguatan
komunitas belajar.
Pembelajaran bermutu
bukanlah hasil dari kepatuhan administratif, melainkan dari proses belajar yang
mendalam, bermakna, dan manusiawi. Standar Proses menjadi fondasi penting untuk
memastikan bahwa setiap anak tidak hanya belajar untuk lulus, tetapi belajar
untuk memahami, berpikir, dan tumbuh sebagai manusia utuh. Agar pembelajaran
mendalam benar-benar terwujud, maka Standar Proses harus dihidupkan di ruang
kelas, didampingi oleh pengawas, dan didukung oleh kepemimpinan sekolah.