Kamis, 02 Agustus 2012

“Peer coaching” Salah Satu Model Pembinaan Guru


Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 74 tahun 2008 tentang guru  dimana tugas dan fungsi seorang guru yang memiliki kompetensi pedagogik, professional, social dan kepribadian   memiliki tugas yang  utama yaitu; merencanakan, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. .sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di negara Indonesia tercinta ini.
Kemampuan profesianal guru di uji dengan berbagai hal, salah satunya yaitu dengan uji kompetensi bagi calon guru professional yang dilaksanakan oleh kemendikbud beberapa waktu yang telah lalu. menunjukan hasil yang tidak memuaskan. Sehingga terjadi berbagai kehawatiran dari pemerintah, ditambah dengan adanya penurunan kualitas pendidikan secara kumulatif ditingkat nasional dan internasional tentu menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah, dengan   berupaya mencari alternative model pembinaan terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) khususnya guru  untuk melengkapi model-model pembinaan yang telah ada yang dipandang mampu meningkatkan kualitas keprofesian guru.  . Salah satu model pembinaan profesi PTK khususnya guru adalah dengan peer coaching,  lalu timbul pertanyaan apa, kenapa, dan bagaimana peer coaching?.
Peer coaching adalah suatu Metode pengembangan profesional untuk meningkatkan kemitraan  dan menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi guru,  . Dalam peer coaching, para guru berbagi pengalaman mereka, saling memberikan masukan, dorongan, bersama-sama memperbaiki keterampilan mengajar, ataupun memecahkan masalah dalam kelas. Kinlaw (dalam Rush, Shelden, & Hanft, 2003),
Tujuan yang di harapkan dari  Peer coaching adalah :
1). Terjadinya kolaborasi antar guru,
2). Berbagi idea,
3)  Timbulnya rasa kebersamaan,
4). Terjadinya dialog professional dan
5)  Meningkatkan kompetensi guru
 Sebagai guru dan individu yang senantiasa berkeinginan untuk meningkatkan kualitas profesinya seorang guru harus menyadari bahwa diri kita masih memiliki kekurangan dalam pengetahuan, pemahaman dan praktek keprofesian kita, kita juga harus menyadari bahwa rekan –rekan kita memiliki kelebihan dari kita masalahnya adalah maukah kita mendengarkan mereka dengan penuh keikhlasan? Lalu kita juga harus sadar pada kelebihan pengetahuan, pemahaman dan praktek keprofesian kita masalahnya adalah maukah kita bebagi kelebihan kita dengan mereka secara ikhlas dan sadarkah kita bahwa kita memiliki kelebihan pengetahuan, pemahaman praktek keprofesian kita. Lalu..maukah kita berbagi untuk mereka yang berkurang dengan ikhlas?serta maukah kita maju bersama, bekerjasama dengan teman  sejawat? .
Langkah pelaksanaan peer coaching :
Ilustrasi:
Ibu Maya merasa kurang mampu untuk membuat starategi pembelajaran agar  membantu ia dan peserta didiknya dalam memahami materi dalam pembelajaran agama di kelasnya, dengan rasa rendah diri ibu maya menghadap pada ibu Yayah untuk meminta pendapat saran dan masukan bagaimana cara menyajikan mateti pembelajaran tersebut. lalu merekapun mendiskusikan dengan seksama akan apa-apa yang menjadi kekurangan ibu Maya dalam penyajian proses pembelajaran, mereka menemukan satu alternative teknik mengajar dan pengelolaan kelasnya untuk dipraktekan di kelas ibu Maya dengan pendampingan oleh ibu yayah ,akhirnya ibu Maya mempraktekan hasil diskusinya dan merasa puas terlebih ibu maya mendapat ilmu pengetahuan tentang pengelolaan kelas yang efektif serta teknik mengajar yang baru dan tampaknya peserta didik ibu maya cepat memahami mataeri yang diajarkan ..
Dari ilustrasi tersebut kita dapat ditarik kesimpulan secara sederhana bahwa peeroaching merupakan pembinaan guru yang dilakukan seorang guru yang sudah memiliki kesadaran akan kekurangan dan kelebihan seseorang dalam memberikan pelayaan terhadap peserta didik.
Mekanisme pelaksanaan peercoaching tersebut diatas dapat digolongkan kedalam:
1.      Goal/Tujuan (menyusun tujuan atau target yang sesuai / diharapkan) contoh: membuat starategi pembelajaran
2.      Reality (identifikasi kelemahan  dan sumber-sumber penyebab terjadinya masalah) contoh: mendiskusikan dengan seksama akan apa-apa yang menjadi kekurangan ibu Maya dalam penyajian proses pembelajaran
3.      Option (memilih tindakan yang sesuai dengan tujuan) menemukan satu alternative teknik mengajar dan pengelolaan kelasnya untuk dipraktekan di kelas ibu Maya
4.      What’s next(menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk meraih tujuan) mempraktekan hasil diskusinya
5.      Monitoriung (mengecek atau mengamati tindakan-tindakan yang dilakukan dan kemajuan yang telah dicapai)  pendampingan oleh ibu yayah
6.      Evaluating (menilai ketercapaian tujuan)  peserta didik ibu maya cepat memahami mataeri yang diajarkan .

1 komentar:

  1. Kemitraan antar guru saling berbagi pengalaman ini jalan, beban bu maya hilang terbantu oleh temannya bu yayah. Pelaksanaan peer coaching nyata ada dimana ada masalah pasti ada solusinya.semangat ibu bp guru

    BalasHapus